Ronaboyd Mahdiharja

Sebuah goresan nan Pribadi mengenai metamorforsis dalam alam pemikiran perjalan menjadi manusia.

Dec 30, 2014

TIPS MEMBACA BUKU (III)

            Kita bisa membuat sintesis dan solusi kita sendiri jika bisa memadukan berbagai referensi yang telah kita baca dengan pengalaman dan indera yang kita miliki. Jadi membaca buku merupakan salah satu sarana saja dalam menjawab berbagai pertanyaan yang kita ajukan. Konteks membaca yang lebih luas tidak hanya sekedar membaca buku, namun juga membaca realita. Indera merupakan alat untuk membaca realita. Melalui mata, telinga, hidung memberikan gambaran permasalahan yang terjadi di depan kita. Otak dan hati sebagai filter bagian mana yang sesuai dan tidak sesuai.
            Dikarenakan kali ini membahas membaca buku, saya akan batasi cara membatasi sintesis dan solusi kita sendiri. Tatkala kita membaca buku kita akan menemukan solusi dari permasalahan yang dibahas oleh penulis. Kita perlu mengetahui solusi permasalahan mana yang coba diselesaikan oleh penulis. Ketika mencoba memecahkan masalah tersebut, apakah ditemukan masalah-masalah baru? Apakah Ia juga menemukan solusi dari permasalahan baru tersebut atau justru gagal dalam menyelesaikan masalah baru tersebut? Dibagian mana Ia gagal dan apakah kamu punya solusi dari permasalahan itu? Apakah motif penulis sejalan dengan solusi yang Ia sampaikan? Jika tidak, bagaimana kamu bisa menyelaraskannya? Bagaimana dengan penulis-penulis lain dalam menyelesaikan permasalahan yang sama? Sejauh kamu memahami solusi dari berbagai penulis itu, apa kelemahan dan kelebihan dari solusi mereka? Bagaimana caramu untuk menutupi kelemahan tersebut? Bagaiamana metode yang mereka pergunakan dalam menyelesaikan masalah? Apakah ada lubang dalam metode yang mereka gunakan? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu dalam menemukan sintesis dan solusi yang kamu cari. Saya akan coba menjabarkannya secara ringkas.
1.        Cari dan Catat Celah Gagasan

            Gabungkanlah kalimat-kalimat inti dari berbagai buku yang membahas permasalahan yang sama. Suatu gagasan biasanya terdiri dari kalimat argumen penalaran yang disampaikan melalui beberapa kalimat atau paragraf. Kenalilah metode penulis dalam menyusun argumentasi. Langkah ini mempermudah dalam menemukan celah dalam proses penalaran suatu gagasan penulis. Catatlah baik di secarik kertas ataupun di ingatanmu celah tersebut.





2.        Jika Sepakat dan Tidak Sepakat
            Sebelum memutuskan sepakat atau tidak terhadap suatu tulisan, kita akan dihadapkan pada situasi “Saya tidak paham maksud penulis, tapi saya rasa sang penulis salah.” Ketika kita tidak paham maksud penulis sedangkan kita tidak dapat menunjukkan letak ketidakpahaman kita itu tandanya kita hanya mencari-cari alasan untuk menyalahkan. Tetapi, jika kita mengatakan tidak paham karena kerangka bacaan yang tidak jelas, terdapat bagian yang tidak berkaitan atau kurang memiliki tujuan dan bahkan pembatasan definisi suatu istilah yang ambigu, menandakan ada usaha memahami tetapi gagal paham. Harus ada alasan yang jelas ketika mengatakan bahwa anda tidak paham dan menyalahkan karena itu bagian dari sikap kritis dari penilaian buku. Intinya, perlu pemahaman dalam menilai suatu karya.
            Menyetujui suatu gagasan lebih gampang dibandingkan saat menolak karena anda berarti sepakat akan keseluruhan dari substansi walaupun ada beberapa kekurangan yang menurutmu bisa dimaafkan. Contohnya adalah analisis penulis tidak lengkap karena terdapat beberapa permasalahan yang tidak mampu ia selesaikan. Terdapat bahan-bahan yang sebenarnya bisa dimanfaatkan penulis untuk memperkuat argumentasinya tapi tidak dilakukan oleh penulis. Pada fase ini, kamu yang setuju dengan penulis memiliki peluang menutup celah dari kekurangan dari penulis
            Menyerukan ketidaksepakatan lebih rumit. Suatu informasi dalam tulisan bisa kurang atau justru salah. Informasi yang kurang menunjukkan data yang dimiliki penulis tidak cukup. Tunjukkan informasi yang kurang itu jika kamu memilikinya terutama informasi yang justru bisa mempengaruhi kesimpulan atau solusi yang ditawarkan. Menyatakan informasi yang dimiliki penulis salah perlu kehati-hatian karena efeknya besar pada tulisan. Secara tidak langsung kamu ingin mengatakan apa yang ditulis salah semua baik dari pernyataan maupun solusi yang ditawarkan. Kita perlu mencermati informasi yang diperoleh sang penulis dan metode dalam pengumpulan informasi. Lalu bandingkan dengan informasi yang kita anggap benar.
            Sepakat dan tidak sepakat terkait erat dengan yang namanya menyakinkan dan tak menyakinkan. Tulisan yang tak menyakinkan biasanya disebabkan oleh penalaran yang salah atau buruk. Ini karena kesimpulan atau solusi yang ditawarkan tidak berasal dari argumen yang dibangun. Bisa juga karena si penulis memberikan dua pernyataan atau lebih yang sesungguhnya saling bertolak belakang. Penalaran yang buruk menunjukkan sang penulis berangkat dari dasar pemikiran yang sudah benar tapi gagal dalam menemukan kesimpulan yang baik atau sesuai.
3.        Imajinasi
            Imajinasi dalam membuat sintesis atau solusi melibatkan indera kita. Emosi, pengalaman, fenomena, sikap kritis dan analitis merefleksikan suatu permasalahan dengan sebuah pertanyaan, apakah bisa dijalankan pada dunia nyata? Imajinasi yang baik adalah bisa diterapkan pada kehidupan nyata.


                                                                              

No comments:

Post a Comment