Ronaboyd Mahdiharja

Sebuah goresan nan Pribadi mengenai metamorforsis dalam alam pemikiran perjalan menjadi manusia.

Oct 13, 2011

Kitik-Kitik

Berhentilah bilang kebohongan tentang aku, dan aku akan berhenti bilang kebenaran tentang dirimu.(Gordon Gekko kepada Bretton James dalam film Wall Street:Money Never Sleep)
            Kurang dari seminggu proses pra diklat dilaksanakan hambatan tahun ajaran 2011-2012 sudah mulai terasa. Kali ini dalam diri calon anggota baru yang menjadi incaran berbagai organisasi ekstra kampus (OMEK). Kebijakan internal LPM SM memang melarang calon anggota baru untuk ikut organisasi lain selain LPM SM, Intra maupun ekstra kampus. Siapa yang ingin dimadu? Kami pun tak mau dan kami rasa organisasi lain pun tak mau pula jika dimadu. Pada perkembangannya ada beberapa calon anggota baru yang dibujuk salah seorang ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) untuk bergabung salah satu OMEK. Untuk menggoyahkan niatnya, sang ketua membuat pernyataan yang intinya menyudutkan LPM SM. Selama ini banyak informasi yang kami terima entah itu dukungan atau sebaliknya, menjelekkan. Telinga kami menjadi mulai terbiasa dengan ungkapan “SM itu suka bikin ricuh”, “Tempatnya pemberontak”, “Menjelek-jelekkan kampus”.
            Kami tak ingin seperti Gordon Gekko yang berhenti bohong jika Bretton James akan berhenti mengatakan kebenaran tentang dirinya. Kami akan tetap mengatakan kebenaran, walaupun dalam penyampaiannya kurang memuaskan dan sering dianggap kebohongan. Itu tidak lebih karena kami juga terus belajar memperbaiki diri. Apabila tulisan-tulisan kami masuk kategori sebagai menjelek-jelekkan kampus, disebabkan kami selalu memberitakan kelemahan dari kampus. Kami tidak ingin bilang jika kampus ini dalam keadaan baik-baik saja, tentunya dengan cara jurnalistik. Seperti kata Sudirman Tebba bahwa wartawan ataupun media berfungsi menyebarkan informasi kepada khalayak. Memang kami bukanlah humas yang selalu memberitakan hal-hal yang selalu baik. Meminjam penjelasan Noam Chomsky dalam bukunya Politik Kuasa Media yang mengkritisi industri humas di Amerika. Dari humas instansi ataupun organisasi memanfaatkan media untuk kepentingan mereka. Kucuran dana besar dikeluarkan untuk mendanai dan mendesain agar dapat mengontrol opini publik.
            Teringat cerita seorang teman yang kuliah di Kedokteran UNS. Dia bercerita jika ada seorang pasien diberi tahu memiliki potensi kanker payu dara, tetapi sang pasien tidak mengacuhkan kata Dokter. Sang pasien selalu merasa baik-baik saja sampai akhirnya dia mengatahui jika kanker payu dara yang menyerangnya telah stadium IIIC. Begitu juga dengan kampus bila menolak kritik dan menutup-nutupi borok yang ada pada akhirnya bisa saja mengalami penyakit akut.

Kami hanya bisa memberikan masukan calon anggota tersebut untuk berpikir sendiri atau shalat istikharah apabila mentok. Kami tidak ingin mencari anggota yang banyak untuk pilpres, tapi kami hanya ingin anggota kami mau membaca dan menulis. Meneruskan dan membangun peradaban melalui tulisan bukan iming-iming kekuasaan ataupun kekayaan.

Salam Redaksi, Buletin OPOSISI Edisi VIII 2011, LPM Spirit Mahasiswa

No comments:

Post a Comment