Ronaboyd Mahdiharja

Sebuah goresan nan Pribadi mengenai metamorforsis dalam alam pemikiran perjalan menjadi manusia.

Aug 14, 2014

MEMAHAMI GENRE FILM FIKSI ILMIAH

            Banyak pertanyaan yang diajukan perihal film pada saya. Dari berbagai pertanyaan tersebut rata-rata menanyakan film dengan genre science fiction/scifi/fiksi ilmiah. Fiksi ilmiah dapat diartikan sebagai sebuah genre yang mengedepankan khayalan imajinasi pembuat dalam merajut kisah/cerita yang mengajak kita untuk berpikir atau kontemplasi terhadap berbagai permasalahan yang melibatkan teknologi ataupun ilmu pengetahuan, walaupun ilmu pengetahuan tersebut belum teruji secara ilmiah. Lantas apa bedanya dengan genre fantasi? Fantasi adalah bagian kecil dari scifi yang tak memerlukan penjelasan ilmiah, pemikiran atau kontemplasi. Intinya, genre fantasi tinggal tonton saja tanpa berpikir keras atau bingung karena alur yang njlimet. Perkembangan film yang pesat membuat genre fantasi dan scifi menipis karena ada kecenderungan industri film lebih menekankan pada faktor finansial sehingga menghasilkan film yang laku di pasar. Selain itu, rata-rata penonton menonton film memiliki tujuan yang berbeda dan dominan mereka menonton untuk menghilangkan penat alias refreshing.
             Kita dalam memahami genre scifi perlu memerhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1.    IPTEK
       Kita tak perlu repot untuk membuktikan fantasi pembuat film perihal teknologi atau ilmu pengetahuan yang dikemukakan. Disebabkan oleh rata-rata IPTEK yang ditonjolkan belum ditemukan atau belum teruji ilmiah dalam dunia nyata. Ikuti saja argumentasi pembuat film dalam membangun cerita. Biasanya terdapat konflik antara manusia dengan hasil ciptaan iptek (jadi teringat kerumitan konflik dalam film HER).
       Perhatikan poin-poin dalam iptek yang dibangun agar mengerti jalannya cerita. Meskipun terdapat istilah-istilah yang rumit atau tidak dipahami catat baik-baik dan cari tahu ketika film sudah berakhir (jika nonton di bioskop, bila di laptop kamu dapat pause). Hitung-hitung menambah perbendaharaan kosa kata, siapa tahu dalam film lain muncul kembali. Film yang menonjolkan IPTEK (terutama komputer/teknologi yang memiliki kemampuan cerdas sebagai antagonis) lebih mudah diikuti karena kuncinya terdapat menjelang akhir film.
2.    ALIEN dan LUAR ANGKASA
       Alien dan luar angkasa dapat dikatakan sebagai trademark dari scifi. Keberadaan alien dan luar angkasa yang misterius menjadi lahan yang subur untuk para sineas mengeksplorasinya dalam scifi. Secara garis besar ada alur dimana alien dan manusia bermusuhan (ex: ALIENS, Pacific Rim, Starship Troopers dll), namun juga terkadang makhluk luar angkasa tersebut bersahabat dengan manusia (Guardian Galaxy, Star Trek, Godzilla dll).
       Penjelajahan manusia ke luar angkasa pasti memiliki konflik cerita yang beragam. Setidaknya kita bisa mengambil hikmah dalam film ini. Ada kalanya ketamakan manusia mengakibatkan kerusakan alam semesta, namun tetap muncul juga kehumanisannya. Kita bisa ambil contoh ambisi dan ketamakan manusia dalam film Avatar, Enders Game ataupun Planet The Apes Saga.
       Bila kamu menemui kisah alien dan luar angkasa tak perlu terlalu panik karena pada dasarnya kisah ini mayoritas mudah diikuti hanya sedikit membuat gemas. Jangan terlalu banyak bertanya dimana asal dan terciptanya alien karena setting cerita alien sudah ada seperti itu adanya. Pada kasus-kasus tertentu mungkin bisa ditemukan film yang membutuhkan pemikiran dan kontemplasi terutama ada beberapa film yang berargumentasi bahwa manusia adalah ciptaan alien (Jangan emosi). Kamu bisa melihatnya dalam Prometheus dan Alien VS Predator. So, jangan ditelan mentah-mentah.
3.    Waktu
       Waktu menurut saya sangat penting karena kita tidak bisa kembali pada lampau. Kondisi inilah yang dimanfaatkan dengan alur yang cukup rumit dan penuh konflik. Baik itu konflik dalam mengubah sejarah atau hidup seseorang. Jika kita membuat film scifi dengan tema waktu memiliki potensi untuk membuat lubang dalam cerita. Kerumitan dan kisah yang membutuhkan analisis membuat tema ini lebih menarik dibandingkan yang lain.
       Para sineas tatkala mengangkat tema ini pada genre scifi akan memanfaatkan teknologi mesin waktu atau kemampuan seseorang dalam berpindah waktu. Tema mesin waktu dapat kamu lihat dalam film Back To The Future, Butterfly Effect, Déjà vu, Time Machine dan masih banyak lagi. Sedangkan kemampuan seseorang untuk berpindah waktu bisa ditonton lewat Hiro dalam serial Heroes. Dampak pada kisahnya pun berbeda. Ada beberapa teori dalam perumusan kisah perihal waktu, yaitu:
a.       Saling Berpengaruh
Tokoh yang datang pada masa tertentu keberadaannya memengaruhi kondisi dan sejarah masa si tokoh. Ada kepentingan sang tokoh untuk mengubah situasi di masa lalu atau masa depan.

b.      Tak Ada Pengaruh
Masa lalu dan masa depan tidak memiliki pengaruh apapun ketika tokoh datang pada masa itu. Waktu berjalan sendiri-sendiri tanpa saling memengaruhi. Ada kepedulian sang tokoh terhadap orang-orang yang dia kenal/cinta dalam hal ini untuk belajar dari kejadian pada masa sang tokoh.

No comments:

Post a Comment