Ronaboyd Mahdiharja

Sebuah goresan nan Pribadi mengenai metamorforsis dalam alam pemikiran perjalan menjadi manusia.

Sep 19, 2011

LONDON IN MY DREAM

Aku terbangun di sebuah perumahan Knightsbridge, London. Di sana aku menemukan beberapa gambar pada hp ku. Entah aku tidak benar-benar tahu bagaimana aku sampai di sana. Muncul sebuah nama dan angka yang tidak saya kenal sebelumnya.

Hari kala itu berubah malam, malam memberikan apapun yang kita inginkan: dengan mimpi. Aku cukup muda untuk mengatakan dunia harus sesuai kehendakku, harus menjadi kehidupan yang lebih baik. Namun, banyak yang mengatakan jika kamu tidak bisa melawan. Seperti London pada malam berapi itu. Pesawat seperti melompat keluar. Ini menjadi omong kosong yang tidak bekerja, London yang eksotis pada malam sebelum berubah seketika.  Sebagian orang berteriak gembira seperti orang bodoh.

Aku putus asa di tengah kekacauan itu. Aku merasa seperti akan kehilangan sesuatu yang berharga. Ibarat ribuan jendela menutup dengan begitu cepat. Semua memberikan wajah dengan mental kalah. Alam bawah sadar mengingatkan bahwa masih ada harapan. Harapan yang kita miliki begitu banyak untuk merasa baik tentang ketidak teraturan dunia.

Malam itu aku ajak para remaja minum. Memberikan sugesti untuk berpegang teguh pada kebenaran. Itulah yang hanya dimiliki sebagai laki-laki. Pada dasarnya mereka tak ingin kehilangan apa yang mereka miliki.

Kadang-kadang ketika aku sendirian aku bertanya-tanya, apakah ada mantra yang bisa menjaga saya dari melihat hal yang nyata secara terang tanpa ada keraguan sedikitpun. Mereka tidak siap kehilangan, terkadang aku juga. "Begitu menyakitkan" kata salah seorang dari remaja itu. "Tapi terkadang itu menyakitkan yang baik kata." kataku.

Saat London musim dingin dengan gedung-gedung berapi yang tak ada seorang pun berusaha memadamkannya. Mereka terlalu putus asa. Kemudian kita bernyanyi untuk melampaui hal-hal buruk. Seketika kami ambruk begitu saja. 

"ayo kita padamkan" ujar salah satu dari mereka. Dengan muka merah akibat minuman kita memadamkan api itu. Orang yang melihat kami mulai tergerak hati mereka. Gairah mulai muncu pada diri mereka. Aku merasa hidup saat itu.

Aku Menemukan diriku di dalam sebuah ruangan yang berantakan dengan berbagai macam kabel. Kabel-kabel Laptop, sound, joystick, hard disk membentuk ketidak teraturan.

No comments:

Post a Comment