Ronaboyd Mahdiharja

Sebuah goresan nan Pribadi mengenai metamorforsis dalam alam pemikiran perjalan menjadi manusia.

Jan 16, 2015


Ini kisah para penumpang Tank bernama 'Fury' yang menjadikannya sebagai rumah. Jarang-jarang pertempuran antar tank diperlihatkan detailnya. Cukuplah memuaskan saya dan membunuh kebosanan atas film-film perang beberapa tahun belakangan. Fury jika dibandingkan Band of Brothers, Saving Private Ryan, ataupun The Big Red One masih kurang memuaskan.

Cerita    : 7.5/10
Pemain : 7.5/10
Ending   :  7/10
Overall   : 7.5/10

Jan 15, 2015

Ceritanya kurang greget tapi scoring musiknya mantep. Eksplorasi kisah masih dangkal. Ada beberapa adegan yang terselamatkan dengan bantuan musik dan ada juga adegan yang semakin kuat dengan alunan musik. Untunglah pemainnya memberikan kesan yang dalam. Ketika Mandela dipenjara mengingatkanku tentang impian dahulu: ingin merasakan menjadi tahanan politik.

Cerita  : 6.5/10
Pemain: 7.5/10
Ending : 7/10
Overall : 7.5/10








Meledak-ledak sampai pertengahan, sisanya melempem. Tak ada kisah dan petuah bijak macam Primo dalam Big Night, "Menyantap makanan yang lezat adalah cara mendekatkan diri pada Tuhan." Dan Ratatouille masih lebih menarik. Meskipun begitu film ini cukup mampu mengundang nafsu makanku.


Cerita    : 7/10
Pemain  : 7/10
Ending   : 6.5/10
Overall   : 7/10

Brilian... Tiga timeline tak menjenuhkan dan membingungkan. Speechless.
"Sometimes it is the people who no one imagines anything of who do the things that no one can imagine"

Cerita   : 8/10
Pemain : 8.5/10
Ending  : 8/10
Overall  : 8.4/10

Berangkat dari permasalahan bahwa, "Siapa yang peduli dengan karya seni ketika perang berlangsung?" Hal ini berkaitan dengan eksistensi manusia dengan sejarahnya dan semua pencapaian mereka. Film yang monoton dengan plot cerita yang lemah meskipun ada beberapa aktornya yang bermain baik. Clooney maupun Matt tidak maksimal dalam menjalankan perannya. Paling tidak memberikan gambaran sisi lain dari sebuah perang yang tak melulu tentang adu tembak.

Cerita  : 6.5/10
Pemain: 7/10
Ending : 7/10
Overall : 6.5/10






Alasanku betah nonton ini:
1. ingin membandingkan dengan novel & film ini justru fokus pada romansa mia-adam. Mungkinkah Where she went di film kan juga?
2. Chloe Grace Moretz yg udah mulai nakal. Hehehe padahal dalam Kick-Ass masih unyu.
Cerita: 8/10  
Pemain: 7/10
Ending: 6.5/10    
Keseluruhan: 7/10
Seperti halnya bukunya, saya pun menyukai filmnya. Film dengan sudut pandang malaikat maut yang tertarik pada Liesel saat kematian adiknya. Narator dengan dialog yang membuatku sedikit 'mesem'. Satu kata: Tontonlah.
"Ada satu fakta kecil. Kalian akan mati. Apapun usahamu, tak ada yang hidup selamanya. Maaf sudah membocorkan cerita"



Cerita   : 7.5/10                                
Ending  : 6.5/10
Pemain : 7/10
Overall : 7/10