Ronaboyd Mahdiharja

Sebuah goresan nan Pribadi mengenai metamorforsis dalam alam pemikiran perjalan menjadi manusia.

Jun 27, 2015



Yang saya mau ceritakan adalah Donna, seekor kucing peliharaan. Ini bukan kucing biasa, meski dalam pandanganku tetap seperti kucing biasa. Ini kucing ras anggora yang konon katanya banyak digemari dan mahal harganya. Entah apa yang membuat kucing yang berasal dari Ankara, Turki ini begitu mahal. Mungkin keimutannya? Semua kucing nampak imut, menurutku. Kecantikan bulu panjangnya? Panjang atau pendek bagiku sama saja karena mudah rontok.
Donna kucing berkelamin betina (ada temanku yang bernama donna tapi cowok) yang berbulu hitam. Tidak seperti ras anggora lain yang berwarna putih, Ia berbulu hitam dengan mata oranye dan hitam. Tiap hari ia bermain dengan sang pemilik dan jika pemiliknya tidur, Ia dimasukkan ke kandang meski masih ingin bermain. Donna sangat disayang, dibelikannya makanan khusus, sampho khusus dan dimandikan secara rutin. Yah, begitulah nasib binatang rumahan. Tidak bebas. Secantik apapun dia. Sesayang apapun pemiliknya.
Donna sangat dijaga dari kucing-kucing rumahan lain yang acap kali nongkrong atau sekedar mampir. Kecemasan ini dikarenakan Donna belum pernah beranak dan sang pemilik tak mau Donna bersama kucing rumah lainnya. "Memperburuk keturunan," begitu alasannya. Sang pemilik begitu memperhatikan kemurnian ras. Mirip bangsa Yahudi, tapi mereka sama sekali bukan Yahudi. Bibit bebet bobot saja tak mempedulikan ras.
Cobalah kau bayangkan! Sudah berkali-kali Donna didekati berbagai kucing, tapi Ia dilindungi dari pemiliknya. Ditaruhnya Ia di balik kandang. Suara-suara meang-meong di malam hari sering terdengar. Tanda kucing-kucing ingin mengawini Donna. Lantas bagaimana dengan Donna? Donna juga binatang. Ia pun tau insting musim kawin. Nampaklah Ia sering guling-guling dan meang-meong yang mengindikasikan Ia sedang birahi. Namun, apa daya? Ia hanya kucing peliharaan.
Sampai suatu hari di bulan Ramadhan, sang pemilik tertidur dan lupa memasukkan Donna ke dalam kandang. Kemudian datanglah kucing rumahan yang sedang birahi. Ditunggangi lah si Donna. Kawin mereka. Dengan cara binatang. Tanpa penghulu dan restu ortu. Kejadian itu berulang kali dalam beberapa hari tanpa diketahui sang pemilik. Sampai suatu hari diketahui Donna telah hamil.
Ini binatang, bagaimana bisa aborsi? Atau bisa pun pasti mahal dan ngapain pula mengeluarkan uang untuk hal seperti itu. Begitulah Donna hamil. Sang pemilik tak tau. Tapi begitulah Tuhan, mana bisa kita menolaknya. Dzat yang memberi kehidupan. Dan tak ada satupun makhluk yang mampu menghalangi jika Tuhan berkehendak.

Jun 23, 2015



Nama Buku     : AYAH
Penulis             : Andrea Hirata
Penerbit           : Bentang
Cetakan           : Pertama, 2015
Tebal               : xx+412 halaman

Wahai awan
Kalau bersedih
Jangan menangis
Janganlah turunkan hujan
Karena aku mau pulang
Untukmu awan
Kan kuterbangkan layang-layang…

            Di kala Bulan Ramadhan kutulis sesuatu yang kuanggap resensi ini pada malam hari. Jika ditulis siang hari tak ada rokok yang menemani. Tentunya para jomblowan dan jomblowati mengerti rasanya sendiri. Di tengah deadline tesis yang kian mencekik dan daripada siang hari tidur pulas atau tak bisa tidur kembali, akhirnya kuputuskan untuk membaca novel ini. Meskipun pada mulanya ‘sang malam’ mengatakan bagus, namun kisahnya sensitif. Benakku bertanya-tanya, apanya yang membuat sensitif? Apakah novel ini berkisah tentang ayah yang berpoligami? Atau tentang kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh si ayah? Dan seperti biasanya ‘sang malam’ dan dia memang selalu begitu. Dia yang suka membuatku bertanya-tanya.
            Ini novel kedelapan karya Andrea yang kubaca setelah tetralogi laskar pelangi, dwilogi Padang Bulan, dan Sebelas Patriot (yang tipis itu). Puzzle. Seperti itulah Andrea menyusun kisahnya layaknya puzzle yang bertebaran tak beraturan dengan bab-bab kemudian semakin jelas dan terang di menjelang akhir. Tak lupa menjadi kebiasaan sang penulis menyisipkan karakter dan kisah jenaka dalam ceritanya. Pendalaman karakter dan kebiasaan masyarakat Belitong dan sekitarnya menjadi keunggulan Andrea. Terutama tema kawin-cerai yang hari ini kian marak tak luput dari pengamatan. Novel ini tidak melulu tentang Ayah, lebih dari itu, ini kisah tentang menjadi ayah dan anak, perjuangan cita dan cinta, keputusasaan, persahabatan, harapan dan kebangkitan. Saya mahfum ketika sang malam bilang ini sensitif karena ada cerita tentang perjuangan cinta di kala SMA (hohoho…). Ternyata masih cemburu jua dikau. Padahal sudah tiga tahun lalu engkau membaca cerpen itu. Tenang, ada kok kisah tentang dirimu yang masih mengendap di kepala ini. Tinggal nunggu mood saja (munculin mood itu yang susah hehehe).
            Kisah sentralnya adalah Sabari yang sabar meski cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia sangat terinspirasi oleh karya Gabo “Love in the Time of Cholera”. Saya mengira kisah akan berakhir seperti pernikahan Florentina Ariza dan Fermina Daza setelah menunggu lebih dari setengah abad. Namun, nyatanya tidak karena ini karya Andrea bukan Gabo jadi lebih realistis. Zorro meskipun bukan anak biologis Sabari, tetapi Ia membesarkan dengan rasa cinta dan ketulusan seoarang Ayah (pada fase ini jadi inget lagu Angge-Angge Orong-Orong). Zorro yang dibesarkan dengan kasih sayang, cinta dan puisi oleh Sabari menjadi anak yang halus budi pekertinya. Apalagi Zorro pun juga pintar bersyair seperti Sabari. Salah satu puisi Rayuan Awan mungkin yang menurutku mengena. Yah, meskipun saat ini layang-layang tidak terlalu populis karena semakin minimnya tanah lapang dan kerap menjadi penyebab mati listrik (sering menghiasi kabel-kabel listrik dan telepon). Suatu pembelajaran bagaimana mendidik seoarang anak. Lantas ada kisah Ukun dan Tamat sebagai kawan yang pontang-panting keliling Sumatra mencari Ibu dan anak yang membuat kawannya menjadi gila. Semangat Izmi dan keluguan Amirza yang menambah ruh novel. Dan pembelajaran paling penting dari novel ini adalah tak selamanya penyair mendapatkan cinta yang dia inginkan atau mungkin Sabari kurang mempergunakan syairnya untuk menggombal hehehe… Pesanku, “Sabari, engkau perlu belajar pada Dilan.”
            Sudah ah. Sekian dulu. Waktu refreshing sudah lewat. Sekarang memasuki waktu mengetik tesis.

Apr 30, 2015

Manusia memiliki karakter yang unik. Saking uniknya spesies ini sampai-sampai memilki sifat yang berbeda satu sama lain. Ada yang menyenangkan, tapi tak sedikit pula yang menyebalkan. Ibarat pepatah Jawa bilang, “wayang sekotak njerone bedo-bedo” (wayang satu kotak isi di dalamnya berbeda-beda. Menggambarkan manusia yang hidup di dunia yang sama memiliki karakter yang berbeda).
A. Manusia Bermulut Besar
Karakter kartunnya Akira Toriyama Banget

Eits… jangan disamakan dengan Dr. Slump. Meskipun Ia berkepala besar tapi setidaknya tak bermulut besar (Eh mulutnya besar gak ya? Saya lupa). Bermulut besar ini hanya konotasi, bukan makna sebenarnya. Alasan tipe ini menjadi yang pertama karena banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan rata-rata orangnya memang menyebalkan. Ada ciri-ciri yang melekat dari tipekal orang ini. Ciri-ciri yang menjadi satu kesatuan dan jika salah satu saja tidak kamu temukan berarti dia bukan manusia yang menyebalkan. Ini adalah ciri-cirinya:
1. Selalu membanggakan keluarganya, kekayaannya, latar belakang pendidikannya.
Jika melakukan kesalahan atau dituduh melakukan sesuatu meskipun bukan dia yang melakukan, tetap saja alasan yang dikemukakan tidak jauh dari hal – hal ini. Martabat keluarga menjadi hal utama yang diuraikan. Seolah-olah melupakan adanya istilah white collar crime.
2. Setiap omongannya selalu membicarakan kesan yang WAH, baik, positif, tetapi dalam kenyataannya berbeda.
Manusia macam ini ingin menanamkan kesan yang kuat pada anda bahwa dirinya itu luaar biasa. Padahal itu hanya pencitraan saja.
3. Jika ada masalah selalu koar-koar di media sosial.
Tujuannya jelas, agar meraih simpati dan persetujuan khalayak ramai. Dengan nada emosi tingkat tinggi dan tak terkontrol justru menjadi bumerang baginya. Bukannya membuat orang bersimpati, justru sebaliknya menjadikannya antipati. Dan koar-koarnya ini juga memuat poin pertama.
4. Dikucilkan dari lingkungan.
Ini dampak dari sifat menyebalkan dirinya.

Cara mengatasinya:
1. Dengarkan saja
Dengarkan saja apa yang dia bicarakan.
2. Jangan dijauhi melainkan dekati
Tipekal manusia ini memang menyebalkan, namun tak lantas harus dijauhi. Rata-rata anda akan kasihan melihatnya. Ia sudah terlalu sering dikucilkan.
3. Jujurlah
Jujurlah padanya. Nasihat yang apa adanya adalah yang terbaik baginya dan tentunya dengan cara yang baik pula.

Apr 23, 2015

              
           Ada pertanyaan yang dilontarkan seorang kawan perihal alasan saya benci Man. United (MU). Hei, siapa yang benci? Saya tidak ada alasan untuk membenci MU. Mungkin dikarenakan kerap kali saya memposting sesuatu yang bersifat mengejek, mengolok atau bahkan Siapa yang tidak akan terbelalak dengan permainan MU tatkala melawan Munchen di Final Liga Champion 1999 di Camp Nou, Barcelona? Siapa pula yang tak terkesima dengan permainan MU ketika diperkuat Giggs, Beckham, C. Ronaldo, Schmeichel, Nistelrooy, Roy Keane? Siapapun akan mudah jatuh cinta pada MU. Saya pun turut menjagokan MU ketika itu.
            Klub sepakbola yang saya benci itu Arsenal, Barcelona dan Juventus (Liverpool berkurang pasca tampil mengenaskan dan Madrid pun berkurang pasca Ancelotti mengasuhnya). Tidak ada yang saya benci dari MU, kecuali suporter barunya yang latah. Keterpurukan MU setelah ditinggal Sir Alex Ferguson dan berpindah tangan kepelatihan pada David Moyes memicu gelombang besar teriakan Glory Glory Manchester United di linimasa. Fanatisme Manchunian di linimasa memberikan dampak luar biasa, baik secara komersil maupun penggaet fans baru bagi MU. Fans MU yang bertambah membuat klub memiliki posisi tawar yang tinggi, terbukti nilai kontrak Chevrolet mencapai 53 Juta Pounds pada musim ini.
            Yang menyebalkan dari semua itu adalah munculnya fans latah yang muncul karena hanya ingin ikut-ikutan. Pernah beberapa kali menanyakan kepada beberapa teman alasan tiba-tiba mendukung MU. Beberapa yang saya ketahui temanku ini dahulunya adalah suporter klub lain, dan bukannya MU. Inilah beberapa alasan mereka yang membuatku sebal. Alasan pertama, ikut-ikutan. Ini yang menyebalkan karena menjadi suporter bukan karena ikut-ikutan. Keputusan menjadi fans MU karena ikut-ikutan tidak disertai dengan usaha mencari tahu latar belakang klub yang mereka dukung. Bahkan ketika saya bertanya, siapa musuh bebuyutan dari MU? Ada yang menjawab Chelsea, Arsenal atau Manchester City. Wew… Ketiganya untuk saat ini mungkin bisa dijadikan tolok ukur persaingan perebutan gelar, terutama Arsenal yang menjadi pesaing utama era awal tahun 2000an. Tetapi musuh bebuyutan MU tentunya adalah Liverpool. Tengoklah komentar Bill Shankly akhir tahun 50an menggambarkan tekad Liverpool meruntuhkan dominasi MU. Lantas awal kepelatihan Sir Alex juga menampilkan nada serupa untuk mengakhiri hegemoni Liverpool era 70-80an.
            Alasan kedua, bosan dengan klub yang dia dukung. Ada pula kawan yang menjadi suporter MU karena klub yang dia dukung tak kunjung juara. Saya lebih bersimpati pada suporter yang tetap teguh pendirian walaupun dia mendukung klub yang saya benci dibandingkan suporter yang musiman. Tiap musim ganti klub yang didukung.


Apr 18, 2015




            Berbagai pendapat perihal pengamen ini menuai pro dan kontra (manusia emang selalu pro-kontra). Ada yang suka, tapi tidak sedikit yang benci. Entah disebabkan karena habisin uang receh, terganggu atau risih. Pada dasarnya mereka sudah tersisih oleh kondisi dan lingkungan sehingga jangan sampai kita ikut menyisihkan mereka karena stigma negatif yang sudah melekat pada mereka. Tidak semua orang bisa menikmati pendidikan dan lingkungan yang bersahabat dalam pertumbuhan psikis. Ada sebagian yang hanya tahu cara mencari penghidupan dengan mengamen. Beruntunglah kita tidak pernah diajarkan mengamen sejak kecil sehingga memiliki pilihan lain dari mecari sesuap nasi yang lebih layak. Sebagai mantan pengamen orang yang dulu sering ngamen dan sekaligus penikmat pertunjukkan musik jalanan, ada beberapa sikap yang patut kita perhatikan ketika menjumpai mereka.
1.    Lepaskan Earphone! (Khusus di Bus)

Zaman ini kita dimanjakan oleh gadget yang mendukung untuk menjadi autis, salah satunya pemutar musik lewat ponsel. Lepaskan earphone mu sejenak untuk menghargai mereka. Sopir saja tidak keberatan mematikan pemutar musiknya, masak kamu tak mau. Tidak ada salahnya mendengarkan suara mereka. Meski terkadang ada juga yang menyanyi sebagai formalitas. Tetapi banyak juga lho yang nyanyi nya bagus. Pasang kembali ketika mereka sudah meminta recehan padamu.

2.    Jangan pura-pura Tidur

Eits… jangan salah, kadang pengamen memiliki lagu tersendiri untuk menyindir para penumpangnya. Khususnya yang pura-pura tidur. Hahahaha lagu andalan pun mereka mainkan
Ciri-cirine wong pelit, jare ngamale ra tau
Paribasan onok wong ngamen agi-agi etok-etok turu,
etok-etok turu karo ngempet ngguyu.

3.    Pasang Wajah Ramah
Siapa yang tidak emosi ketika dicuekin? Mereka pun sama. Mereka menyodorkan tangan malah dicuekin rasanya tuh sakit banget (pengalaman sendiri). Terlebih dengan mimik dingin. Acapkali saya temukan pengamen yang menegur pengamen tipekal ini. Entah asyik main ponsel atau sedang ngobrol. Pasanglah wajah ramah pada mereka. Hidup mereka sudah sulit jangan ditambahi dengan wajahmu yang pahit untuk dilihat. Khusus wanita/ yang memakai masker, karena ekspresimu tidak kelihatan lebih baik mempergunakan tanda penolakan yang halus yang akan dibahas sebentar lagi.

4.    Berikan Tanda Penolakan Yang Halus
Tak Efektif

Diam itu menyebalkan bagi pengamen karena seperti tidak diberi kepastian. Hehehe tapi benar lho jangan diam saja ketika disodori tangan mereka. Berikanlah tanda penolakan. Tentu saja tanda yang halus, bukan yang kasar karena geleng-geleng, memberikan tanda lima jari  kadang seperti minta digampar. Sudah panas-panas, capek, keluar suara banyak, dikasih wajah pahit dan mendapatkan penolakan yang kasar membuat mereka emosi. Ada satu tanda penolakan yang sejauh ini berhasil membuat saya tidak pernah ditegur (baca dimaki), yaitu menyatukan kedua telapak tangan seperti mengucapkan hari raya Idul Fitri. Saya pun sebagai mantan pengamen orang yang dulu sering ngamen akan segan memaksa dan seperti ada rasa adem di dalam dada.

5.    Tutup Pintu Rumahmu Ketika Masih Jauh
Menutup pintu ketika ada pengamen itu sangat kasar. Tatkala sayup-sayup terdengar suara pengamen dan kamu tidak berkenan lebih baik segera tutup pintumu daripada menutupnya saat dilihat pengamen. Seolah anda mengusir mereka dan itu menyesakkan dada. Rasanya diusir benar-benar sakit.

Berhati-hatilah wahai para penumpang
Karena siang ini banyak tuyul di belakang
Jagalah pacar Anda, jangan sampai hilang
Kalau sampai hilang, segera lapor satria baja hitam
Atau si Doraemon

Mar 25, 2015

Mungkin kamu akan heran karena buku favoritmu tidak masuk dalam daftar saya. Atau agak mangkel karena menempatkan bukunya Pidi Baiq dalam daftar dan berada di atas karya Goethe & Jose Saramago. Hehehe itu adalah subjektifitas saya dalam menilai... Ada beberapa buku kesukaanku yang terpaksa tidak saya masukkan, seperti Seven Habits (Stephen R. Covey), On Liberty (John Stuart Mills), The Prince (Machiavelli), Politics (Aristoteles), Muqadimmah (Ibnu Khaldun), Puisi pilihan Octavio Paz dan masih banyak lagi. Kamasutra tidak saya masukkan karena tidak bisa dinikmati generasi. Selain itu, pertimbangan yang saya ambil adalah tidak semua orang suka puisi dan tidak semua orang langsung sukses dengan membaca buku motivasi. Saya pun tidak merekomendasikan buku-buku hukum, yang saya rekomendasikan lebih pada novel yang bercerita tentang hukum. Perihal saya memasukkan Al Qur'an tak lepas dari perenungan panjang karena pada dasarnya Al Qur'an bukanlah buku tapi kitab suci. Agar kitab suci ini mudah dihafal maka dibukukan. Kalimat-kalimat di dalamnya bukanlah kalimat yang berasal dari manusia. Selain itu, ketika melakukan survey kecil-kecilan tentang 'buku apa yang kamu sarankan untuk dibaca orang lain?' ternyata ada juga yang menjawabnya Al Qur'an (ada juga yang menjawab buku panduan sholat, UUD 45). Akhirnya jalan tengahnya saya temukan.

Boyd’s List of 100 Books You Must Read



1.   Al Qur’an beserta terjemahan & tafsirnya. (Setidaknya seorang muslim atau muslimah mengkhatamkan kitab suci ini sekali seumur hidup. Dan bagi pengidap islamphobia sempatkan membacanya 1 ayat saja)
2.        Harry Potter Series – JK Rowling (Anak yang tumbuh besar pada awal milenium ini pasti kenal novel fantasi ini. Saya merasakan kejengkelan jika ada manusia yang tidak kenal novel ini dan bertanya “Siapa itu Dementor?” atau “Mengapa Sirius Black mati?”)
3.        Sherlock Holmes Series – Sir Arthur Conan Doyle (Selain Goosebump, inilah novel pertama yang saya baca)
4.        Cerita Dari Blora – Pramoedya Ananta Toer (Entah mengapa saya lebih mencintai Cerita Dari Blora dibandingkan dengan Tetralogi Pulau Buru)
5.        The Old Man And The Sea (Lelaki Tua & Laut) – Ernest Hemingway (Tiap naik kapal dengan hantaman ombak besar seketika ingat kisah dalam novel ini)
6.        Don Quixote – Miguel De Cervantes (Saya sepakat dengan Milan Kundera bahwa Don Quixote lebih terkenal daripada pengarangnya sendiri hahhaaha)
7.        The Godfather – Mario Puzo (Dunia mafia yang beranak pinak)
8.        Musashi – Eiji Yoshikawa (Kelahiran Pemain Pedang Terbaik Jepang)
9.        Perfume: The Story of a Murderer – Patrick Suskind (Pinjem Kartika Niken. Merinding bacanya)
10.    The Secret – Rhonda Byrne (Buku yang mengubah paradigma saya selama ini)
11.    Arus Balik – Pramoedya Ananta Toer (Gemuruh perang dan laut seakan sulit sirna)
12.    Klan Otori Series – Lian Hearn (Kisah yang panjang dan tragis nan menarik)
13.    A Walk To Remember (Kan Terkenang Selalu) – Nicholas Sparks (Siapin tisu aja baca novel ini)
14.    The Alchemist – Paulo Coelho (Pencarian yang memaknai hidup dan berakhir indah. Tiap kali memberikan kado, buku inilah yang saya berikan)
15.    The Lord of The Rings Trilogy & The Hobbit – JRR Tolkien (Middle Earth benar-benar hidup dalam imaji yang membacanya. Awas jangan suka parno ketika malam seolah melihat Gollum ya hehehe pengalaman pribadi)
16.    War And Peace – Leo Tolstoy (Bukan novel Tolstoy seperti umumnya. Semua saling terhubung)
17.    The Trial – Franz Kafka (Orang hukum wajib baca buku ini, keputus asaan menembus labirin hukum, tapi endingnya jangan ditanya)
18.    La Peste (Sampar) – Albert Camus (Awalnya saya masih bingung dengan arti sampar yang ternyata adalah nama wabah)
19.    Candide – Voltaire (Satir tentang seorang yang optimistis. Voltaire membuatnya karena ingin membantah Leibniz & Pope. Wow bantahan dalam bentuk novel!)
20.    Animal Farm – George Orwell (Ini novel provokatif banget. Kamu ingin dipimpin babi yang meneriakkan All animals are equal?? Hihihi)
21.    Laskar Pelangi Tetralogi – Andrea Hirata (Awal kuliah ditemani novel yang luar biasa untuk Indonesia)
22.    Notre-Dame of Paris (Si Bongkok Dari Notre-Dame) – Victor Hugo (Saya sempat berpikir mengapa novel besar mesti berakhir tragis?)
23.    Germinal – Emile Zola (Saya lebih menyukai karya Zola ini bila dibandingkan Notre-Dame. Mungkin karena ada humor satir yang buat saya geli. Kisah lengkap yang melodramatis)
24.    Norwegian Wood – Haruki Murakami (Lagu Beatles mengalun sepanjang membaca buku ini)
25.    The Count of Monte Cristo – Alexandre Dumas (Pemuda yang mengalami pengalaman pahit tentang cinta dan persahabatan)
26.    The Name of Rose – Umberto Eco (Tak ada salahnya membaca karya ahli semiotika yang berlatar belakang pembunuhan rahib biara di Italia)
27.    Big Breast and Wide Hips – Mo Yan (Dari judulnya akan kamu bayangkan novel striptis ala Tiongkok. Dan anda salah besar meskipun ada sedikit benarnya)
28. Our Word is Our Weapon (Kata Adalah Senjata) – Subcomandante Marcos (Buku yang mengubah cara pandang tentang pergerakan)
29.    Hamlet – William Shakespeare (Saya gemas dengan si Hamlet)
30.    The Great Gatsby – F. Scott Fitzgerald (American’s Dream yang berakhir tragis)
31.    Hadji Murad – Leo Tolstoy (Muslim dalam kacamata Tolstoy dan perlawanan di Rusia)
32.    The Phantom of the Opera – Gaston Leroux (Tergolong horor gotik tapi tidak ada merindingnya karena memang aneh. Kisah segitiga yang melibatkan hantu memang aneh. Namun tak dipungkiri jika novel ini memang bagus)
33.    Love in the Time of Cholera – Gabriel Garcia Marquez (Sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan yang tak sia-sia. Walaupun sudah tua tetap cinta)
34.    Mahabharata – C. Rajagopalachari (Ini karya kompleks dan penuh dengan benturan moral serta etika)
35.    Hunger (lapar) – Knut Hamsun (Jika kamu kehilangan semangat, buku ini layak sebagai asupan semangatmu)
36.    Max Havelaar – Multatuli (Kisah yang cukup unik tentang Hindia Belanda. Di samping kisah penindasan ada unsur humor yang eksentrik)
37.    Mother (Ibunda) – Maxim Gorki (Karya Penting Gorki di Indonesia. Pram sebagai penerjemah tahu betul mengangkat semangat seorang Ibu ditengah Revolusi. Kata – kata yang menggelora “bahkan samudera pun takkan mampu menenggelamkan kebenaran.”)
38.    The Rebel (Sang Pemberontak) – Albert Camus (Buku yang selalu disampingku tatkala tidur. Ketika gemar meneriakkan pemberontakan pada kebodohan)
39.    City of God (Kota Tuhan) – EL Doctorow (Jika kamu masih berkutat masalah ketuhanan, mungkin novel ini bisa menjadi teman debatmu)
40.    Cadas Tanios – Amin Maalouf (Saya berjudi dengan membeli buku ini. Karena buku ini direkomendasikan oleh penjaga stan Yayasan Obor. Saya berpikir “ini bapak sales yang jujur atau tidak.” Dan perjudian itu  berbuah manis.)
41.    Khan el Khalili (Lelaki dalam Pasungan) – Naguib Mahfouz (Kekritisan Mahfouz melalui pergulatan budaya dan agama)
42.    Snow – Orhan Pamuk (Karya penting Pamuk yang butuh kesabaran)
43.    The Giver – Lois Lowry (Distopia hitam putih yang absurd tapi tak kan puas dengan satu buku saja)
44.    Life of Pi – Yann Martel (Karena Hemingway, saya menyukai petualangan penjelajahan laut)
45.    V For Vendetta – Alan Moore & David Lloyd (Manifestasi politik dan sosiologi yang cantik)
46.    Pride And Prejudice – Jane Austen (Kisah cinta rumit mana lagi yang bisa mengalahkan karya Jane Austen ini?)
47.    Winnetou Series – Karl May (Kamu tidak akan mengira jika Karl May sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di benua amerika)
48.    Lupus – Hilman (Novel kocak yang menemani masa kecil)
49.    Just So Stories (Sekedar Cerita) – Rudyard Kippling (Cerita pendek pengantar tidur)
50.    Selected Short Stories Tagore (Yang Hidup & Mati) – Rabindranath Tagore (Awal mula jatuh cinta dengan Tagore)
51.    The 100 Year Old Man Who Climbed Out of The Window And Disappeared – Jonas Jonasson (Siap-siap tertawa terbahak-bahak)
52.    The Road – Cormac McCarthy (Perjuangan hidup ayah dan anak)
53.    The Book Thief – Markus Zusak (Sudut pandang pencabut nyawa yang mengharu)
54.    My Sister’s Keeper – Jodi Picoult (Buku berat [dibuat mukul bisa sakit lho]. Yang tak kuat lambaikan tangan. Siapin sapu tangan)
55.    Drunken Serie (Drunken Monster, Mama, Molen, Marmut) – Pidi Baiq (Baca saja. Jangan tanya mengapa saya memasukkan buku ini. Nanti akan ketahuan alasannya. Hehehe)
56.    Faust – Goethe (Bersiaplah. Otakmu akan diperas sampai kering oleh Goethe)
57.    Blindness – Jose Saramago (Saramago dan keanehan ceritanya yang tendensius)
58.    Cold Mountain – Charles Frazier (Pergulatan cinta dan pelarian tentara perang)
59.    The Adventures of Tom Sawyer (Petualangan Tom Sawyer) – Mark Twain (Siapa yang tak kenal Mark Twain?)
60.    Dead Souls (Jiwa-Jiwa Mati) – Nikolai Gogol (Saya melihat kebusukan birokrasi dari Gogol)
61.    Filosofi Kopi – Dee (Saya pecinta kopi dan mewajibkan anda membaca kumpulan cerpen tentang kopi)
62.    Dongeng Sepanjang Masa/Kumpulan Dongeng Andersen – Hans Christian Andersen (Anak kecil masa kini setidaknya membaca buku HC Andersen. Jangan jejali mereka dengan sinetron atau tayangan musik yang tak mendidik)
63.    Si Doel Anak Jakarta – Aman Datuk Madjoindo (Jujur saja bahwa buku inilah yang saya resensi pertama kali sebagai tugas sekolah)
64.    Bekisar Merah – Ahmad Tohari (Tohari dan kisah seorang perempuan yang ah sudahlah…)
65.    David Copperfield – Charles Dickens (Pembolak-balikan moralitas dan penuh emosi)
66.    Sophie’s World (Dunia Sophie) – Jostein Gaarder (Buku filsafat yang memberikan pemahaman filsafat secara mudah)
67.    Anna Karenina – Leo Tolstoy (Sebuah tragedi dari cinta terlarang)
68.    Moby Dick – Herman Melville (Dendam memang selalu irrasional yaa)
69.    Lord of The Flies (Penguasa Lalat) – William Golding (Kisah menarik dimana anak sekolah yang terperangkap di pulau terpencil)
70.    The Picture of Dorian Gray – Oscar Wilde (Adik tingkatku ada yang menyukai film ini. Akan tetapi, novelnya lebih menarik)
71.    Disgrace (Aib) – JM Coetzee (Cinta bukan sekedar perasaan ataupun seks, tapi juga komitmen)
72.    The Metamorphosis – Franz Kafka (Ajaib jika saya boleh menggambarkan novel ini)
73.    The Double & The Gambler – Fyodor Dostoevsky (Lebih bagus daripada si Kembar Karamazov)
74.    The Kite Runner – Khaled Hosseini (Saya jengkel dengan tokoh utama buku ini, tapi mau gimana lagi karena kisahnya menguras emosi)
75.    Pak Kanjeng – Emha Ainun Nadjib (Ini novel penuh sindiran pada Orba)
76.    The Fault in Our Stars – John Green (Penyakit terkadang tak perlu ditangisi)
77.    Saman – Ayu Utami (Pram pun juga menyukainya)
78.    The Life of Useless Man (Pecundang) – Maxim Gorky (Insting Gorky memang ciamik)
79.    The Devil And Miss Prym – Paulo Coelho (Hidup memang harus memilih)
80.    Ayat – Ayat Cinta - Habiburrahman el Shirazy (Bagiku buku ini adalah pelopor kisah-kisah Islami dan yang paling bertanggung jawab munculnya novel-novel sejenis. Harus diakui ini novel yang mengesankan untuk anak SMA)
81.    The Duchess – Jude Deveraux (Banyak kejutan di dalamnya. Nikmati saja.)
82.    The Notebook – Nicholas Sparks (Sparks memang ahli dalam meramu kisah perjuangan cinta)
83.    And Then There Were None – Agatha Christie (Satu novel Agatha yang mengasyikkan)
84.    American Psycho – Bret Easton Ellis (Novel sadis yang memiliki ending yang membingungkan)
85.    The Piano Teacher (Sang Guru Piano) – Elfriede Jelinek(Buku yang mesum sangat indah hehehe)
86.    Laila Majnun – Hakim Nizami Ganjavi (Laila Majnun bagiku lebih menarik dibanding Romeo Juliet. Dan Siti Nurbaya karya Marah Rusli memiliki aroma yang sama oleh kisah keduanya)
87.    2001: Space Odyssey – Clarke Arthur C (Penjelajahan angkasa luar yang luar biasa)
88.    Ben-Hur – Lew Wallace (Anda tak kenal Benhur? Maka kamu perlu membacanya)
89.    An Artist of the Floating World – Kazuo Ishiguro (inilah puncak dari seorang Ishiguro)
90. The Labyrinth of Solitude – Octavio Paz (Paz menjebakmu dalam sebuah labirin yang membuatmu terus mencari karyanya)
91.    The Lost World – Sir Arthur Conan Doyle (Hei, inilah yang menghidupkan para Dinosaurus sebelum dibuat lebih keren filmnya oleh Steven Spielberg)
92.    To Kill A Mongkingbird – Lee Harper (Usai membacanya kamu tidak akan heran jika buku ini selalu muncul dalam daftar “Must Read”)
93.    Wuthering Heights – Emily Bronte (Penolakan cinta terkadang membawa petaka bagi yang menolak, terutama yang menolak dengan ‘kasar’)
94.    One Hundred Years of Solitude (100 Tahun Kesunyian) – Gabriel Garcia Marquez (Seperti Indo*** yang dari generasi ke generasi. Dari Sabang - Merauke hehehe)
95.    1984 – George Orwell (Ramalan yang mencekam sebelum abad 20 berakhir)
96.    Dr. Zhivago – Boris Pasternak (Pasternak pancen edaaan)
97.    Nausea – Jean Paul Sartre (Saya tidak sependapat dengan eksistensialisme Sartre, namun buku ini benar-benar menggairahkan)
98.    Timeline – Michael Crichton (Tiada rintangan meski kau tak paham fisika)
99.    Love Story – Eric Seagal (Walaupun tidak sebagus A Walk To Remember, buku ini menyentuh imajinasimu)
100. Burung-Burung Manyar – YB Mangunwijaya (Entah mengapa sulit membuatku jatuh cinta pada penulis dalam negeri. Dan Mangunwijaya salah satu penulis yang mampu menaklukkan saya)


Mar 10, 2015




Judul              : The 100 Year Old Man Who Climbed Out of The Window And Disappeared
Penulis            : Jonas Jonasson
Tebal              : viii+508 hlm. 20,5 cm.
Cetakan          : Kedua, 2014
Penerbit          : Bentang Pustaka

           
“Balas dendam seperti politik, satu hal akan diikuti hal lain sehingga yang buruk menjadi lebih buruk dan yang lebih buruk akan menjadi paling buruk.”

            Mulanya saya tidak tertarik dengan buku ini. Alasan pertama, sampulnya yang berwarna hijau sehingga terkesan agak norak. Kedua, jenis kertas buram yang saya curigai sebagai buku bajakan, tetapi kok dijual di toko buku besar dengan harga yang lumayan mahal untuk kertas buram (karena masih mikir bajakan). Ketiga, judul yang terlalu panjang untuk sebuah novel seakan-akan buku ini seperti karya ilmiah. Ketiga alasan itulah yang menjadi kelemahan awal dari buku ini.
            Berbagai ulasan dari El Mundo, Le Figaro dan The Observer menarik minatku. Terutama karena buku ini merupakan buku humor dan saat itu saya butuh humor di tengah kejaran proposal Tesis. Rileks sebentar tak apalah.
            Bagian awal novel terasa sangat lambat. Allan Karlson menjadi kakek yang menyebalkan dan tidak bisa diam (ternyata masa mudanya juga sudah menyebalkan). Namun, lambat laun kisah mulai menunjukkan keseruannya. Dibangun dengan penuh kesabaran dan rapi menjadi nilai tambah buku ini. Benar saja novel ini dipenuhi humor-humor kocak dengan alam pemikiran Allan yang tidak suka politik dan anti komunis. Yang dia suka adalah Vodka. Keahliannya adalah membuat vodka dari susu kambing dan membuat bom atom. Berbagai tokoh dunia dipertemukan dengan Allan dan memiliki benang merah cerita dengannya. Paling mengejutkan dan kocak ketika ada Indonesia dengan semua perilaku warganya (orang Swedia ini dapat cerita darimana coba? Mungkin dia pernah berlibur ke Bali hahahaha…).
Bagian yang saya suka ketika si kakek ingin mendarat di Bali tanpa memiliki izin mendarat.
"Nama saya Dolar," kata Allan. "Seratus ribu dolar." Kemudian hening.
"Anda masih disana, Mr. Dolar?"
"Seratus ribu," kata Allan. Saya Mr. Seratus ribu dolar, dan saya minta izin untuk mendarat di bandara anda."
"Maaf, Mr. Dolar, suaranya jelek sekali. Maukah anda menyebutkan nama depan anda sekali lagi?"
"Nama depan saya Dua ratus ribu, apakah kami boleh mendarat?"
"Selamat datang di Bali, Mr. Dolar. Senang anda berkunjung kemari."
"Indonesia adalah negara di mana segalanya mungkin," ujar Allan pada Kapten Pesawat.
            Jonas menceritakan kisah Allan tua dan muda yang semuanya memiliki jalinan kisah yang menarik, seru dan tentunya kocak. Kebrutalan dan kesadisan tidak melulung menakutkan, sebaliknya justru dibalut dengan humor. Latar belakangnya sebagai wartawan dan juga pegiat media memudahkannya untuk meramu peristiwa sejarah dengan kisah fiktif Allan Karlsson. Layaknya novel Forrest Gump mungkin akan menarik jika difilmkan dan dengan gaya penceritaan seperti The Godfather: Allan muda dan tua. Jason sukses menghibur pembacanya. Disamping ketiga kelemahan yang saya sebutkan sebelumnya, buku ini diterjemahkan dengan baik sekali. Ringan dan menghibur. Cocok untuk anda yang sedang mengalami tekanan.

“Hidup berjalan sedemikian rupa sehingga benar tidak selalu benar, tetapi apa yang dikatakan benar oleh orang yang berkuasa.”